25 Maret 2008

APBA 2008, SUDAHKAN BERPIHAK KEPADA RAKYAT

Masih berbekas di ingatan kita, pada tanggal 11 Maret lalu Gubernur Aceh Irwandi Yusuf mengesahkan dokumen Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) Tahun 2008, dimana kisaran Pagu RAPBA berkisar 7,6 trilyun. Berbagai program telah disusun pihak eksekutif untuk meyakinkan pihak legislatif bahwa program yang dicanangkan Pemda NAD saat ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

Dengan kisaran dana yang begitu melimpah ini, akankah proses pembangunan akan memberikan peningkatan taraf hidup yang lebih baik bagi masyarakat kita. Berdasarkan alokasi anggaran yang masuk dalam PPAS digambarkan beberapa langkah Irwandi dalam membuka lapangan kerja baru, dimana direncanakan akan membuka 40.000 ha lahan untuk kelapa sawit dan 6.500 ha lahan untuk coklat. Namun rencana pembukaan lahan baru ini tidaklah menjadi langkah populis dalam menggulirkan program nyata, karena proyek tersebut merupakan rencana jangka panjang dan menelan dana sebesar 500 milyar dan telah dirasionalkan oleh pihak legislative menjadi 258 milyar.

Langkah populis ini seakan menelan berbagai program prioritas lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan gratis serta yang telah lama disuarakan rakyat. Kita berharap bahwa APBA tahun 2008 ini mampu menciptakan pemerataan kue-kue pembangunan, sehingga dapat dirasakan oleh segenap rakyat Aceh, karena 25 % rakyat kita di pantai timur Aceh. Sehingga perlu sebuah terobosan untuk membuka akses pembangunan yang mampu menyentuh langsung daerah-daerah terpencil atau terisolir.

Kita berharap berbagai terobosan akan hadir dengan beragam program yang memberikan nilai nyata bagi rakyat, karena rakyat membutuhkan sebuah perubahan bagi pembangunan yang menyeluruh dan mampu menyentuh segenap lapisan masyarakat. Sehingga wacana pemekaran wilayah yang terdengar saat ini di belahan utara provinsi NAD mampu tereliminir karena komitmen Pemda dalam memberikan pemerataan pembangunan.

Pemerintah daerah Kabupaten/Kota juga harus berkomitmen untuk menggunakan APBD mereka untuk membangun daerah, karena dengan era otonomi daerah saat ini memberikan ruang yang besar bagi daerah untuk merancang pembangunan daerah tersebut sesuai dengan anggaran yang dialokasikan Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

Kami hanya penonton, karena kami hanya rakyat jelata yang akan merasakan pembangunan tersebut. Akan sangat membahagiakan apabila seluruh elemen pengambil kebijakan negeri ini untuk bersungguh-sungguh memberikan sebuah nilai pamrih bagi terciptaannya pembangunan yang nyata bagi masyarakat. Sehingga deal-deal untuk pengurusan anggaran yang selama ini memjadi bagian kehidupan bagi pemain/perancang anggaran dapat dihilangkan……..Banda Aceh, 24 Maret 2008 (Yef)

DENGARKAN ALQURAN DAPAT SEMBUHKAN PENYAKIT

Sebuah penelitian yang diadakan Departemen Kesehatan Mesir menyimpulkan, mendengarkan Alquran dapat menghilangkan ketegangan, menguatkan kekebalan tubuh, menimbulkan perubahan positif terhadap jiwa dan sel-sel syaraf. Hal ini dapat terjadi pada setiap manusia, baik terhadap muslim maupun non-muslim. Demikian sebuah laporan penelitian yang dipublikasikan al-Ahram, Mesir.

Dalam publikasi itu dijelaskan, Departemen Kesehatan Mesir mengujicobakan penelitian ini terhadap 210 sukarelawan muslim dan non-muslim, berbahasa Arab dan tidak berbahasa Arab, berusia antara 17 hingga 40 tahun. Mereka diperintahkan untuk mendengarkan Alquran sebanyak 42 kali pertemuan dan hasilnya 79% dari mereka mengalami perubahan positif dan ketegangannya menurun.

Menurut para ilmuwan, ketegangan dapat melemahkan kerja antibodi dalam melawan virus atau penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga, bila ketegangan menurun, antibodi dan kekebalan tubuh akan meningkat dan ini akan sangat bermanfaat bagi tubuh.

Sementara itu, bagi para netter atau para pekerja kantoran yang komputernya tersambung ke internet dapat mendengarkan Alquran sambil bekerja dengan men-download 30 juz Alquran di http://www.reciter.org. Dalam situs tersebut, netter dapat memilih surat dan ayat yang dikehendaki. Mudah-mudahan penyakit lahir dan batin kita terobati. (Yef)
Sumber : NU Online

ILMU MENUJU KEBAHAGIAAN

"Barangsiapa memperdalam agama Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya dan memberinya rizki dari jalan yang tidak pernah terduga". (Abu Hanifah dari Abdullah Hasan Az-Zubaidi)

"Sesungguhnya didalam penciptaan langit dan bumi dan dan pergantian malam dan
siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal". (Q.S. Ali Imran :190)

Manusia dalam hidupnya selalu merindukan kabahagiaan, oleh karenanya dalam
untaian do'a seringkali bermohon kepada Allah dengan mengucap "Ya Allah,
Anugrahkan bagi kami kebahagiaan didunia dan kebahagiaan diakhirat dan jauhkan
kami dari siksa neraka". Kerinduan akan kebahagian hanyalah sebuah impian yang
jauh dari kenyataan bilamana manusia tidak memamahi jalan untuk mencapainya.

Ilmu adalah jawaban yang dapat mengantarkan manusia kepada pintu kebahagiaan,
sebab dengan ilmulah apa yang diinginkan dari kebahagian dapat diraih. Dengan
ilmu manusia akan mendapatkan apa yang diinginkan dari kehidupan dunia ini dan
dengan ilmu pula kehidupan dan kenikmatan yang abadi diakhirat akan tercapai.

Begitu pentingnya ilmu sampai Allah meninggikan posisi orang yang berilmu
beberapa derajat lebih tinggi dari orang awam. "Allah akan meninggikan orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat". (Q.S. Al Mujaadalah:11).

Ketika manusia ingin mencapai kebahagian yang abadi dan hakiki diakhirat maka ia
harus memahami dan mendalami ilmu yang terkait dengan ajaran islam yang meliputi hubungan seseorang hambanya dengan Allah dan hubungan hamba dengan hamba yang lain.

Saat manusia menginginkan kebahagian didunia, maka ia pun harus memiliki ilmu
pengetahuan yang menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuannya. Hanya orang yang mengerti ilmu tentang dagang yang dapat keuntungan dari usahanya dan hanya orang yang menguasai teknologi yang dapat menciptakan pesawat dengan ilmu pulalah manusia dapat menunaikan tugasnya sebagai khalifah dimuka bumi ini.

Ilmu yang diperlukan oleh manusia hanya dapat diperoleh dengan perjuangan dan
kesungguhan dalam mempelajarinya. Dia akan datang dengan sendirinya. Dalam
hadits Rasulullah : "Ilmu itu diperoleh melalui belajar, siapa dikehendaki oleh
Allah SWT kebaikan, maka ia memberi orang tersebut pemahaman tentang Agama"
(H.R. Bukhari).

Keistimewaan ilmu tidak menjadikannya sebagai tujuan akhir dari setiap
aktivitas, tetapi ilmu hanyalah sarana untuk mencapai tujuan. Dari sekian banyak
kebodohan manusia adalah ketidakmampuan membedakan sarana dan tujuan akhir, akan lebih berbahaya lagi, jika sara berubah menjadi tujuan dan tujuan menjadi
sarana. Kalau manusia menjadikan ilmu sebagai tujuan maka ilmu yang ia miliki
tidak dijadikan landasan untuk beramal, karena mereka belajar tujuannya hanya
untuk mendapatkan ilmu. Sehingga ilmu yang ia kuasai tidak diamalkan, maka
dengan demikian ilmu akan menjadi sia-sia dan tidak bermanfaat.

Orang bijak mengatakan; "Ilmu tanpa alam bagai pohon yang tidak berbuah". Ada
juga seorang ahlil hikmah yang mengatakan bahwa ilmu itu ibarat baterai (aki)
mobil. Semakin sering mobil digunakan, maka akan semakin besar pula muatan
listriknya, sebaliknya jika mobil itu tidak digunakan, maka baterainya akan
manjadi lemah dan akhirnya benar-benar rusak.

Semoga Allah membimbing diri dan keluarga untuk menuntuk ilmu-Nya Allah SWT,
yang kelak akan menghantarkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Amin (Yef).

CINTA SEJATI....

Para penumpang bus memandang penuh simpati ketika wanita muda berpenampilan menarik dan bertongkat putih itu dengan hati-hati menaiki tangga. Dia membayar sopir bus lalu, dengan tangan meraba-raba kursi, dia berjalan menyusuri lorong sampai menemukan kursi yang tadi dikatakan kosong oleh si sopir. kemudian ia duduk, meletakkan tasnya dipangkuannya dan menyandarkan tongkatnya pada tungkainya.

Setahun sudah lewat sejak Susan, 34, menjadi buta. Gara-gara salah diagnosa dia kehilangan penglihatannya dan terlempar kedunia yang gelap gulita, penuh amarah, frustrasi dan rasa kasihan pada diri sendiri. Sebagai wanita yang independen, Susan merasa terkutuk oleh nasib mengerikan yang membuatnya kehilangan kemampuan, merasa tak berdaya dan menjadi beban bagi semua orang disekelilingnya. "Bagaimana mungkin ini bisa terjadi padaku?" dia bertanya-tanya, hatinya mengeras karena marah. Tetapi. betapapun seringnya ia menangis atau menggerutu atau berdoa, dia mengerti kenyataan yang menyakitkan itu --penglihatannya takkan pernah pulih lagi. Depresi mematahkan semangat Susan yang tadinya selalu optimis. Mengisi waktu seharian kini merupakan perjuangan berat yang menguras tenaga dan membuatnya frustrasi.

Dia menjadi sangat bergantung pada Mark, suaminya. Mark seorang perwira Angkatan Udara. Dia mencintai Susan dengan tulus. Ketika istrinya baru kehilangan penglihatannya, dia melihat bagaimana Susan tenggelam dalam keputusasaan. Mark bertekad untuk membantunya menemukan kembali kekuatan dan rasa percaya diri yang dibutuhkan Susan untuk menjadi mandiri lagi. Latar belakang militer Mark membuatnya terlatih untuk menghadapi berbagai situasi darurat, tetapi dia tahu, ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah dihadapinya.

Akhirnya Susan merasa siap bekerja lagi. Tetapi, bagaimana dia akan bisa ke kantornya? Dulu Susan biasa naik bus, tetapi sekarang terlalu takut untuk pergi ke
kota sendirian. Mark menawarkan untuk mengantarkannya setiap hari, meskipun tempat kerja mereka terletak dipinggir kota yang berseberangan. Mula - mula, kesepakatan itu membuat Susan nyaman dan Mark puas karena bisa melindungi istrinya yang buta, yang tidak yakin akan bisa melakukan hal-hal paling sederhana sekalipun. Tetapi, Mark segera menyadari bahwa pengaturan itu keliru -- membuat mereka terburu-buru, dan terlalu mahal. Susan harus belajar naik bus lagi, Mark menyimpulkan dalam hati. tetapi, baru berpikir untuk menyampaikan rencana itu kepada Susan telah membuatnya merasa tidak enak.
Susan masih sangat rapuh, masih sangat marah. Bagaimana reaksinya nanti? Persis seperti dugaan Mark, Susan ngeri mendengar gagasan untuk naik bus lagi. "Aku buta!" tukasnya dengan pahit. "Bagaimana aku bisa tahu kemana aku pergi? Aku merasa kau akan meninggalkanku" Mark sedih mendengar kata-kata itu, tetapi ia tahu apa yang harus dilakukan. Dia berjanji bahwa setiap pagi dan sore, ia akan naik bus bersama Susan, selama masih diperlukan, sampai Susan hafal dan bisa pergi sendiri. Dan itulah yang terjadi. Selama 2 minggu penuh Mark, menggunakan seragam militer lengkap, mengawal Susan ke dan dari tempat kerja, setiap hari. Dia mengajari Susan bagaimana menggantungkan diri pada indranya yang lain, terutama pendengarannya, untuk menemukan dimana ia berada dan bagaimana beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Dia menolong Susan berkenalan dan berkawan dengan sopir-sopir bus dan menyisakan 1 kursi kosong untuknya. Dia membuat Susan tertawa, bahkan pada hari-hari yang tidak terlalu menyenangkan ketika Susan tersandung dari bus, atau menjatuhkan tasnya yang penuh berkas di lorong bus. Setiap pagi mereka berangkat bersama - sama, setelah itu Mark akan naik taksi ke kantornya. Meskipun pengaturan itu lebih mahal dan melelahkan daripada yang pertama, Mark yakin bahwa hanya soal waktu sebelum Susan mampu naik bus tanpa dikawal. Mark percaya kepadanya, percaya kepada Susan yang dulu dikenalnya sebelum wanita itu kehilangan penglihatannya; wanita yang tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun dan tidak akan pernah menyerah.

Akhirnya, Susan memutuskan bahwa dia siap untuk melakukan perjalanan itu seorang diri. Tibalah hari senin. Sebelum berangkat, Susan memeluk Mark yang pernah menjadi kawannya 1 bus dan sahabatnya yang terbaik. Matanya berkaca-kaca, penuh air mata syukur karena kesetiaan, kesabaran dan cinta Mark. Dia mengucapkan selamat berpisah. Untuk pertama kalinya mereka pergi kearah yang berlawanan. Senin, Selasa, Rabu, Kamis ... Setiap hari dijalaninya dengan sempurna. Belum pernah Susan merasa sepuas itu. Dia berhasil! Dia mampu berangkat kerja tanpa dikawal.

Pada hari Jum'at pagi, seperti biasa Susan naik bus ke tempat kerja. Ketika dia membayar ongkos bus sebelum turun, sopir bus itu berkata :"wah, aku iri padamu". Susan tidak yakin apakah sopir itu bicara kepadanya atau tidak. Lagipula, siapa yang bisa iri pada seorang wanita buta yang sepanjang tahun lalu berusaha menemukan keberanian untk menjalani hidup? Dengan penasaran, dia berkata kepada sopir, "Kenapa kau bilang kau iri kepadaku?" Sopir itu menjawab, "Kau pasti senang selalu dilindungi dan dijagai seperti itu". Susan tidak mengerti apa maksud sopir itu. Sekali lagi dia bertanya."Apa maksudmu?" Kau tahu minggu kemarin, setiap pagi ada seorang pria tampan berseragam militer berdiri di sudut jalan dan mengawasimu waktu kau turun dari bus.

Dia memastikan bahwa kau menyeberang dengan selamat dan dia mengawasimu terus sampai kau masuk ke kantormu. Setelah itu dia meniupkan ciuman, memberi hormat ala militer, lalu pergi. Kau wanita yang beruntung". kata sopir itu. Air mata bahagia membasahi pipi Susan. Karena meskipun secara fisik tidak dapat melihat Mark, dia selalu bisa memastikan kehadirannya. Dia beruntung, sangat beruntung, karena Mark memberikannya hadiah yang jauh lebih berharga daripada penglihatan, hadiah yang tak perlu dilihatnya dengan matanya untuk meyakinkan diri -- hadiah cinta yang bisa menjadi penerang dimanapun ada kegelapan. (Yef)

24 Maret 2008

PAK IRWANDI; BAK COWBOY PEMBURU KORUPTOR

Sebuah langkah populis digagas seorang Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf. Pak Gubernur melaporkan 7 mantan bupati di Nanggroe Aceh Darussalam yang terseret kasus korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Laporan yang menyentakkan keingintahuan publik tentang bagaimana sebuah nilai kekuasaan disalahgunakan untuk kepentingan memperkaya diri sendiri. Irwandi kembali membuat kejutan yang menghenyakkan publik dengan membawa sendiri berkas-berkas temuan korupsi ke KPK berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), cukup mengejutkan bahwa laporan kerugian Negara akibat ulah koruptor dalam jejaring kekuasaan yang ditaksir berjumlah 202 milyar.

Gerak cepat bak cowboy ini telah membuka mata public bagaimana lingkaran kekuasaan mampu menggelapkan mata pemimpin yang dalam masa kepemimpinannya begitu dielu-elukan rakyatnya, apalagi jabatan setingkat Bupati yang memimpin daerah dengan luas wilayah yang begitu besar dan pengelolaan dana bagi pembangunan yang melimpah ruah. Korupsi seakan telah menjadi trade mark pemimpin masa kini, dimana berbagai mark up proyek dan upeti proyek terserap ke kantong pribadi. Berbagai kasus korupsi yang bertebaran selama ini, tidak menjadi bahan pelajaran bagi pemimpin public dalam menjalankan pemerintahannya yang sesungguhnya merupakan amanah dari rakyat. Kasus paling hangat yang masih berbekas di ingatan kita, bagaimana seorang “Abdullah Puteh” bias terbelenggu di Penjara Sukamiskin Bandung akibat kasus mark up pembelian helicopter.

Namun, kursi empuk dan bergelimang kekuasaan telah memberikan ruang gerak yang lebih besar bagi pemimpin kita untuk melakukan perbuatan mengambil uang rakyat, lebih tragis lagi mereka seakan gelap mata melihat rakyatnya yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Pantai Barat Selatan Nanggroe Aceh Darussalam kembali menjadi bahan perbincangan karena beberapa pemimpin masa lalu mereka terjerat kasus-kasus korupsi yangh dilaporkan Pak Irwandi ke KPK. Lagipula daerah Pantai Barat Selatan Nanggroe Aceh Darussalam ini baru terembus angina surga pemekaran wilayah, sebuah dilema besar bagi para penyokong pemekaran wilayah, karena aspek penting yang terbangun di masyarakat bawah, bahwa isu pemekaran wilayah yang selama ini di hembuskan tak lebih dari memanfaatkan sumber daya Aceh yang begitu kaya akan sumber alamnya.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam selama ini terkenal sebagai daerah lumbung korupsi akibat pengelolaan keuangan daerah yang tidak baik, tak mengherankan bila budaya ini seakan tumbuh dan berkembang dalam setiap pergerakan kekuasaan untuk memperkaya diri atau menunjang cost politik kekuasaan. Bumi Syariat Islam seakan luntur akibat rusaknya sendi-sendi moral pemimpin umat, yang seharusnya mampu menjadi pengayom bagi umatnya.

Kita patut mendukung sepenuhnya gerakan moral atau reformasi birokrasi dengan gebrakan yang dijalankan oleh Pak Gubernur, semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi pemimpin kita yang ingin coba-coba merambah menggerogoti kenikmatan duniawi dengan perbuatan korupsi, karena korupsi identik dengan tikus-tikus lapar yang tidak pernah mencapai kepuasan dengan menghalalkan berbagai cara… Kita tunggu langkah selanjutnya KPK dalam menangani dugaan korupsi di Nanggroe Aceh Darussalam, sehingga langkah ini setidaknya mampu meminimalir berbagai kasus-kasus korupsi dan merupakan wujud kepedulian Pemda NAD untuk menyelamatkan uang Negara akibat perjarahan peradaban.

Kita juga berharap KPK mampu menjadi pilar guna memutus jejaring korupsi yang kian marak melanda provinsi yang berjulukan “Serambi Mekkah” ini. Karena biarkan uang-uang hasil mark up (korupsi)_tersebut dapat terserap bagi peningkatan kesejahteraan umat dan membuka lembaran baru reformasi birokrasi untuk menciptakan pemerintahan bersih di Nanggroe Aceh Darussalam… Banda Aceh, 19 Maret 2008 (Yef)